LEBAK, (Haluanbanten.co.id) – Media sosial telah menjadi bagian integral kehidupan manusia saat ini. Sayangnya, sebagai media berelasi, berbagi, berinteraksi, dan mendapatkan informasi atau berita, media sosial juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat negatif seperti hoaks dan ujaran kebencian (hatespeech).
Lalu, bagaimana memanfaatkan media sosial dengan meminimalkan potensi risiko dan dampak negatif, sehingga memungkinkan individu membangun koneksi yang baik?
Untuk menjawabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Nurani Banten, akan menggelar diskusi literasi digital ”Makin Cakap Digital”. Diskusi luring (offline) untuk komunitas pemuda dan masyarakat umum itu akan dihelat di Desa Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (27/5) sore, mulai pukul 15.30 WIB.
Hadir dalam diskusi bertajuk ”Menjadi Netizen yang Bijak dalam Bermedia Sosial” itu tiga narasumber. Yakni, Pengawas Madrasah Tingkat MTs-MA Kantor Kemenag Kabupaten Lebak Ahmad Hudori, influencer Azmy Zen, artis sinetron Ade Setiawan, serta Sintia Dewi sebagai moderator.
”Diskusi ini digelar gratis, dan dapat diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbanten2705. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat (26/5).
Dalam diskusi yang ditujukan untuk komunitas digital dan masyarakat umum Kabupaten Lebak itu, Kemenkominfo menegaskan, menjadi warganet yang bijak bermedia sosial berarti mau berlaku bijaksana dalam menggunakan media sosial: penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.
”Selebihnya, melindungi informasi pribadi, mengevaluasi konten secara kritis, memperhatikan apa yang kita posting dan bagikan, mengelola hubungan online, mempraktikkan manajemen waktu, dan memelihara jejak digital yang positif,” urai Kemenkominfo dalam rilisnya.
Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Diskusi literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD urgen dilakukan, karena berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu masih di angka 175 juta orang,” jelasnya.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (*)


