SERANG,(haluanbanten.co.id)  Dinas Kesehatan Kabupaten Serang memperkuat koordinasi dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan gizi, kesehatan ibu dan anak (KIA), serta kesehatan reproduksi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan dan Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi yang digelar secara hybrid di Hotel Forbis, Kabupaten Serang, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 604 peserta, terdiri dari 70 peserta yang hadir secara luring dan 534 peserta mengikuti secara daring.

Ketua Panitia Penyelenggara, dr. Enik Utmawati, MARS, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan prevalensi stunting di Kabupaten Serang.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga rumah sakit, klinik, bidan praktik mandiri, dokter praktik mandiri, organisasi profesi, lintas sektor, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan hingga pemerintah desa.

“Koordinasi dan supervisi fasilitatif ini penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan menyelaraskan langkah bersama,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.

Selain memperkuat jejaring pelayanan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memastikan penerapan standar pelayanan kesehatan secara konsisten di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Supervisi fasilitatif menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut untuk melihat implementasi layanan gizi, KIA dan kesehatan reproduksi sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Dr. H. Efrizal, MARS, hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus membuka kegiatan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. Dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS dan Henny Fatmawati, SKM, MKM, dari Tim Kerja Kesehatan Maternal dan Neonatal Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, hadir sebagai narasumber.

Pembahasan tidak hanya menyasar pelayanan ibu dan anak, tetapi juga mencakup penguatan layanan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin serta pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Forum tersebut juga menjadi ruang koordinasi antara pemerintah dengan jejaring fasilitas kesehatan untuk merumuskan langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan di lapangan.

Pelaksanaan secara hybrid dipilih agar jejaring fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Serang tetap dapat mengikuti kegiatan tanpa terkendala jarak. Peserta daring dapat mengikuti pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab hingga proses koordinasi melalui platform virtual.

Ketua panitia menyampaikan, penguatan jejaring diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih efektif antara fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan semakin kuatnya koordinasi tersebut, pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang diharapkan tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam upaya mempercepat penurunan AKI, AKB dan stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan KIA, gizi, kesehatan reproduksi, pelayanan KB dan kesehatan calon pengantin di Kabupaten Serang. (ADV)