TANGSEL (Haluan Banten) – Suasana kekraban antar para murid begitu terasa dalam kegiatan perkemahan yang digelar oleh Indonesian Education Promoting Foundation (IEPF), di lapangan Di SD Islam Amalina, Pondok Aren, selama dua hari.

Terlihat tenda-tenda perkemahan berjajar dan diisi oleh para murid SD tersebut. IEPF selaku panitia pun tidak hanya sekedar mengajak anak-anak berkemah. Tetapi selama perkemahan berlangsung para murid mendapatkan banyak edukasi, terutama dalam hal menjaga lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, IEPF menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel.

Dalam kegiatan itu tidak hanya murid SD setempat saja yang ikut perkemahan itu. Tetapi juga terdapat 163 murid dari 26 sekolah se-Tangerang Raya pun ikut meramaikan kegiatan itu.

Perwakilan IEPF, Billy Rizky Aditya, mengatakan, IEPF sebagai penggagas kemah hijau ingin memberikan kesempatan setiap sekolah berhak mengadakan 3 kali atau 3 tahun lamanya sebagai tuan rumah kemah hijau, setelah 3 tahun acara kemah hijau akan di sebarluaskan lagi.

“Ini tahun pertama Amalina menjadi tuan rumah kemah hijau. Kemah hijau tahun ini mengangkat tema tentang Perubahan Iklim,” paparnya.

Lanjutnya, sesuai dengan program SDGs no 13. Peserta diberikan 3 tema yaitu Tentang gaya Hidup, Pemanasan Bumi akibat perubahan Iklim dan Tentang mitigasi Bencana. Peserta juga di bimbing oleh panitia dari Lakar lingkungan Muda Kota Tangerang selatan, untuk mengikuti kegiatan Kemah Hijau.

“Peserta juga membuat rangkuman hasil seminar dan survey sekolah untuk membuat peta hijau. Agar anak-anak sadar berapa pohon tersisa dilingkungan sekolahnya dan agar anak anak dapat peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Billy juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara tersebut.

“Semoga acara ini dapat memberikan banyak maanfat bagi anak-anak untuk bisa menjaga lingkungan sekitarnya dan mendapat pemaham baru tentang mitigasi bencana sehinga anak akan paham jika terjadi sesuatu ketika ada Bencana disekitarnya,” ujarnya.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Taryono mengatakan, bahwa kegiatan itu dapat membentuk karakter positif bagi para murid. Terutama kepekaan murid untuk menjaga dan melestarikan alam.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Gerakan Sekolah Bersih dan Menyenangkan, jadi kami sangat mendukung kegiatan untuk terus dijalankan di Tangsel,” pungkasnya. (Humas-Kominfo/Yudhi)