CILEGON (Haluan Banten) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Cilegon melaksanakan bakti sosial pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bertempat di lingkungan Lapas Klas III Cilegon, Senin (22/4/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke – 55 Tahun 2019 dan Hari Tuberkulosis Sedunia (TB Day) ini, mengadakan Screening HIV, TB serta pemeriksaan dan pengobatan secara gratis bagi WBP. Dibantu tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kota Cilegon, seluruh Puskesmas yang berada di Kota Cilegon khususnya yang berdekatan dengan Lapas, Organisasi Profesi cabang Cilegon seperti : Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Republik Indonesia (PPRI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Donatur dari Yayasan Jumat Barokah.

Edrawanto, Kepala Seksi (Kasie) Pembinaan Lapas Clegon dalam sambutannya mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Kalapas) mengatakan, bakti sosial kesehatan gratis ini suatu kegiatan yang sangat positif. Hal ini juga untuk memotivasi para WBP agar dapat menjaga kebersihan dilingkungan lapas, dengan saling peduli dengan sesama warga binaan untuk menjaga kesehatan. Dan dalam kegiatan kali ini kami mengikutsertakan sekitar 400 WBP. ” Kita harapkan kegiatan ini bisa terus diadakan untuk kedepannya dan kalau bisa semua WBP kami yang jumlahnya mencapai ribuan semuanya dapat dicek semua kesehatannya,” Kata Edrawanto.

Lebih lanjut Ia menuturkan, sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, khususnya kepada dinas kesehatan provinsi Banten, dinas kesehatan Kota Cilegon, Puskesmas Cibeber dan semua organisasi profesi yang telah membantu kegiatan baksos ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, semoga WBP kami dapat lebih cepat diketahui jika ada yang mengidap penyakit yang menular”. Tuturnya.

Sementara itu ketua panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan Dr. Arif mengatakan, Baksos adalah kerjasama antara Puskesmas Cibeber dengan Lapas Cilegon yang mendapat dukungan dari IDI, PPRI, IAI dan yayasan Jum’at Barokah sebagai donatur. Untuk screening HIV dan TBC diprakarsai oleh Dinkes Provinsi Banten dan dibantu oleh Dinkes Kota Cilegon serta tim dari Puskesmas yang berdekatan dengan Lapas. ” Dalam melaksanakan kegiatan ini kami mendapat backup dari Provinsi dan Organisasi profesi yang ada di Cilegon,” Kata Arif.

Arif menambahkan, selain pengobatan dan cek kesehatan juga diadakan penyuluhan kesehatan. ” Ya kita juga mengadakan penyuluhan kesehatan,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Dr. Sri Rejeki, selaku kasie Pencegahan dan Penanggulangan (P2) penyakit menular Dinkes Kota Cilegon mengatakan, didalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinkes Kota Cilegon salah satunya adalah semua orang yang terpopulasi beresiko harus mendapatkan layanan HIV yang standar. WBP adalah sasaran SPM kita, semuanya wajib kita periksa. “Jadi kita memohon dan berkoordinasi dengan pihak lapas, agar menghadirkan WBP untuk kita lakukan pemeriksaan,” kata Sri.

Selanjutnya, Sri mengatakan, pokus pada kegiatan ini adalah pemeriksaan atau deteksi dini TB, dengan demikian apabila ada ditemukan WBP yang terdeteksi, maka kita akan segera memutus mata rantai penyakit tersebut agar tidak menular. “Kan didalam ada beberapa orang nih, apabila salah satu saja yang terkena TB bisa menular ke yang lainnya, jadi kita harus memutus mata rantai penularan penyakit tersebut,” tegasnya.
Tetapi untuk kegiatan hari ini, kita juga adakan pemeriksaan dan pengobatan penyakit yang lain, seperti penyakit kulit, demam dan lain – lain.
” Namun khusus untuk TB, kita putus mata rantai penularan denga slogan “TOSS” Temukan Obati Sampai Sembuh,” pungkasnya.(Mardianto)