SERANG, (Haluan Banten) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten Menggelar Workshop Teknik Pemilahan Pasien di Unit Gawat Darurat, di Aula Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Banten, Jl. Syeh Moh. Nawawi Albantani No.12 Banjar Agung, Kota Serang, , pada Sabtu (23/11/2019).
Burhan Devi Yusmichad Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan tersebut cukup berhasil karena diikuti ratusan peserta.
“Alhamdulillah untuk acara ini saya selaku ketua panitia, menilai cukup baik, karena semua membantu, pihak-pihak yang memang pada awalnya, yang kita butuhkan bantuannya bersedia untuk membantu kita, jadi acara ini sungguh luar biasa menurut saya,”ungkap Burhan.
“Diregistrasi kebetulan tadi saya cek itu terdaftar seratus orang tapi dengar dari panitia yang lain, katanya akan ada lagi yang datang memang dia terlambat jadi seratus orang yang sudah teregistrasi,” lanjutnya.
Adapun kegiatan tersebut memiliki dua tujuan.
“Tujuan dari yang acara sekarang ini itu pertama mengenalkan ilmu Tatalaksana Triage Di Unit Gawat Darurat Menggunakan Australasian Triage Scale (ATS) yaitu pemilahan pasien gawat darurat artinya ini bisa diterapkan di Rumah sakit ataupun pada saat terjadi kondisi bencana sehingga kita bisa memilah dan memprioritaskan pasien pasien mana saja yang mesti didahulukan untuk diberikan pertolongan, sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI RSUD Banten periode 2019-2024,”tegasnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut berkesinambungan agar terciptanya perawat yang profesional
“Harapan saya acara ini akan selalu ada, ya karena satu untuk pengembangan keilmu perawatan itu sendiri, yang kedua meningkatkan profesionalitas temen dari perawat itu sendiri. Bahwa untuk mendapat Satuan Kredit Profesional (SKP) itu dibutuhkan suatu usaha dan dibutuhkan pengembangan ilmu, jadi tidak hanya sekedar mendapatkan SKP dengan cara yang kurang atau mungkin malah tidak ada upaya untuk mendapatkan SKP tersebut,”.
Sementara itu Lukman Fajar Haris pengurus DPD PPNI Kota Serang selaku divisi hubungan luar mengatakan tujuan kegiatan tersebut antara lain, meningkatkan kompetensi perawat.
“Maksud dan tujuannya sangat baik untuk menggugah kembali kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keperawatan seperti seminar, meningkatkan kompetensi dan lain-lain,” ungkap Lukman disela kegiatan kepada awak media.
Lebih lanjut ia berharap perawat di Kota Serang mendapatkan perhatian lebih untuk kesejahteraan sesuai dengan ketetapan gubernur Banten, meskipun masih banyak yang diluar dugaan.
“Harapanya tentu saja perawat kedepannya masa depannya dengan peningatan profesionalitas, peningkatan UMK dan segala macam bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah, atau mendapat atensi dari pemerintah dan juga dari masyarakat khususnya bahwa keberadaan kita, menyadari ini loh perawat sesungguhnya yang bisa diandalkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” paparnya.
“Sebetulnya kalau kita sebagai perawat yang memang anggotanya banyak di luar PNS itu mungkin kabar baik, tapi memang kalau untuk di luar instansi pemerintahan, di luar rumah sakit ya, itu belum diterapkan, untuk di klinik-klinik seperti itu ya, tapi mungkin untuk di instansi pemerintah, seperti rumah sakit umum provinsi gitu, mudah-mudahan sudah diterapkan, sehingga kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan perawat khususnya bisa lebih terjamin lagilah gitu ya,” imbuhnya.
Masih ditempat yang sama, Lukman menegaskan memang masih adanya ketimpangan kesejahteraan tenaga medis khususnya perawat.
“Memang kemarin juga sudah mendengar seperti itu cuman untuk implementasinya, di luar instansi pemerintah itu yang perlu ditegaskan kembali gitu, seperti yang perawat-perawat yang di klinik klinik, itukan belum mengikuti, harapannya bukan hanya diterapkan di instansi pemerintah ya jadi di klinik klinik yang memang disitu ada perawat yah menerapkan juga sistem upah yang sama dengan yang diatur oleh gubernur,” pungkasnya.(Red)


