ANYAR – Dampak Isu Tsunami setinggi 8 meter di Cilegon dan sekitarnya (Selat Sunda) yang beredar pada awal Desember 2021, semua hotel sepanjang kawasan wisata Anyer – Cinangka – Carita sampai Tanjung Lesung mengalami kerugian pada season libur Natal dan Tahun Baru. Senin, 03/01/2021

“Kerugian akibat pandemi Covid 19 kami menerima walaupun lama, karena bukan hanya kami tapi seluruh Indonesia bahkan dunia. Pariwisata baru mulai menggeliat kembali bulan September 2021 di kawasan wisata Anyer – Cinangka dan sekitarnya perekonomian mulai tumbuh kembali, tetapi dengan adanya isu tsunami pariwisatanya menjadi lesu kembali”. Ujar Agus Jaenal, Generasi Manager Regal Raya Cottage.

Yurlena Rahman General Manager Hotel Pesona Krakatau mengatakan “Hotel kami sudah mempersiapkan acara-acara Natal dan malam pergantian Tahun Baru, tapi apa daya dengan segala promo untuk mencapai 75% tingkat hunian sesuai dengan aturan PPKM, tidak ada yang mencapai bahkan rata-rata di bawah 40% dari target 75% tingkat hunian kamar. Segala persiapan sudah di lakukan, uang muka untuk sewa ini itu sudah di bayar dan tidak bisa kembali, akhir tahun ini sangat memperihatinkan yang seharusnya sudah mulai bisa menutupi dampak saat pandemi, malah mengalami kerugian akibat isu tsunami”, ungkapnya dengan nada sedih.

“Kami para pengelola hotel di kawasan Anyer – Cinangka berharap dengan kondisi seperti ini, Dinas Pariwisata yang sudah mengunjungi kami kami pada tanggal 31 Desember 2021 dan melihat langsung kondisinya, mohon untuk membuat promosi pemulihan pariwisata yang bisa mendatangkan para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Anyer.
#Ayo ke ANYER, Anyer aman dan kondisi pantai nyaman”. Tutup Lena, mewakili para pengelola hotel di kawasan wisata Anyer. (Triadi)