ini diikuti kurang lebih 30 wartawan yang tergabung dari berbagai media, cetak, tv, online dan radio yang ada di Provinsi Banten.
Dalam acara yang mengusung tema “Fun Sinergy With Media” di hadiri oleh
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Kunto Wibowo, Asisten Deputi Bidang Humas Budi Hermanto dan seluruh PIC komunikasi dari Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan se Wilayah Banten.
Dalam konprensi persnya, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Kunto Wibowo mengapresiasi atas terjalinnya sinergitas antara BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten dengan insan pers.
Lebih lanjut, Kunto juga menyatakan bahwa melalui media dapat mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.
“Melalui peran media membuat masyarakat pekerja di wilayah Banten bisa memahami terkait dengan betapa program kita sangat berarti bagi mereka,” ungkapnya.

Kunto berharap para insan media bisa memberikan citra yang positif maupun informasi yang lengkap bagaimana program-program BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan dalam rangka perlindungan masyarakat khususnya masyarakat pekerja Indonesia.
“Semoga dengan dilaksanakannya acara ini dapat semakin mempererat hubungan sinergitas kita selama ini,” harapnya.
Terlebih, kata Kunto, pemberitaan yang disampaikan masih terbilang positif bagi reputasi BPJS ketenagakerjaan khususnya Wilayah Banten.
“Tentunya kami sangat membutuhkan peran dan dukungan dari media untuk menyampaikan pemberitaan yang bisa secara komprehensif memahami posisi lembaga BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, apa yang menjadi program unggulan kami tersampaikan dengan baik kepada masyarakat khususnya para pekerja,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Kunto juga menyampaikan terkait beberapa program unggulan BPJS Ketenagakerjaan mulai dari jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan pensiun (JP) dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).
Kunto mengatakan, pembayaran jaminan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten hingga bulan November 2024 sebanyak 253.394 kasus dengan nominal klaim sebesar Rp 3,49 Triliun.
Untuk JHT, lanjutnya, pembayaran yang sudah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Banten sebesar Rp 2,73 Triliun dengan jumlah klaim sebanyak 160.385 kasus.
Kemudian untuk JKK sebesar Rp 302,8 Miliar dengan jumlah klaim 31.950 kasus. Sedangkan untuk JKM sebesar Rp 247,8 Miliar dengan jumlah klaim 5 288 kasus. Sementara untuk Jaminan Pensiun sebesar Rp 133.5 Miliar dengan jumlah klaim 7.919 kasus dan untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebesar Rp 76,6 Miliar dengan jumlah klaim 47.852 kasus.
Sedangkan untuk beasiswa kata Kunto telah dibayarkan kepada 6.204 anak dengan total biaya Rp 27,8 Miliar.
“Jadi semua peserta yang klaim sudah menerima dan merasakan manfaat dari program unggulan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Disamping itu, dalam kesempatan ini Kunto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kampanye atau pengenalan yang menjadi fokus utama yaitu perlindungan di sektor bukan penerima upah.
Katanya, sektor bukan penerima upah ini merupakan sektor-sektor yang sangat rentan terhadap resiko atas aktivitasnya dalam melakukan suatu usaha dari berbagai profesi.
“Tentunya kampanye ini kami harapkan bisa didukung juga dari sisi pemberitaan yang positif agar mudah dipahami oleh masyarakat yang bekerja di bidang informal atau bukan penerima upah,” tutup Kunto.
Untuk diketahui, bahwa dalam kegiatan media gathering juga dilakukan paparan materi dari Asisten Deputi Bidang Humas BPJS Ketenagakerjaan Budi Hermanto kepada seluruh insan pers. (Mar)


