SERANG, (Haluanbanten.co.id) – Dalam rangka meningkatkan literasi pada anak-anak di Desa Pedaleman Kecamatan Tanara, KKM kelompok 25 KKM Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerja sama dengan DPKD (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah) Kabupaten Serang guna  mendatangkan mobil Pusling (Perpustakaan Keliling) di sekolah-sekolah dasar yang terdapat di Desa Pedaleman, yaitu di SDN Tanara 1 dan SDN Pesisir.

Dengan adanya Pusling tersebut, siswa-siswi di kedua sekolah dasar tersebut begitu antusias terhadap kedatangan mobil Pusling. Hal tersebut lantaran mereka tidak memiliki kesempatan membaca banyak buku di sekolah.

Di SDN Tanara 1, Kepala sekolah menjelaskan bahwa ketiadaan lahan membuat SDN Tanara 1 tidak bisa membangun ruang perpustakaan, untuk ruang kelas pun sekolah yang letaknya dekat dengan pasar tersebut harus dibagi ke dalam dua sesi pembelajaran karena keterbatasan ruang.

Sedangkan di SDN Pesisir permasalahannya lain lagi, sekolah dasar ini memiliki perpustakaan namun perpustakaan tersebut ditutup sebab ketiadaan petugas yang mengelolanya. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan, sebab ternyata setelah dilakukan pendataan dan penataan kembali pada buku-buku di perpustakaan yang telah lama mati suri tersebut oleh kelompok KKM 25 Untirta, ditemukan buku-buku yang berjenis teks maupun nonteks yang cukup beragam dengan kuantitas yang cukup banyak pula, kualitas bukunya pun masih dikatakan layak baca.

Dengan harapan bisa memantik minat membaca siswa-siswi di kedua sekolah yang kekurangan fasilitas membaca tersebut, kelompok 25 KKM Tematik Untirta melibatkan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 yang dianggap sudah lancar membaca, untuk turut serta membaca 1000 buku yang tersusun di dalam mobil Pusling.

Pelaksanaan gelar Perpustakaan Keliling ini dilakukan bergantian, pertama pada Senin, 31 Juli 2023 di SDN Tanara 1 dan pada Jumat, 4 Agustus 2023 di SDN Pesisir.

Hal tersebut dikatakan Ketua Kelompok KKM 25, Matthew Kembaren. Ia menjelaskan kegiatan Perpusling ini dilaksanakan secara bergiliran berdasarkan kelas, siswa-siswi berbaris, mengisi daftar hadir, lalu memilih buku.

“Pada saat memilih buku kami mengawasi mereka dan memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan jenjang mereka. Begitu pula ketika mereka membaca, kami mendampingi mereka agar mereka membaca dengan tertib dan teratur, Alhamdulillah respon anak-anak sangat positif dan antusias,” ucapnya.

Matthew juga mengharapkan gelaran Perpustakaan Keliling tersebut dapat memberikan pengalaman literasi karena mereka belum merasakan fasilitas perpustakaan layak di sekolahnya.

“Pengenalan anak-anak kepada buku melalui perpustakaan keliling ini juga bertujuan untuk memantik rasa penasaran dan minat baca pada anak-anak di sini terhadap bacaan,” ujarnya.

Sementara itu, Roudhotul Jannah sebagai penanggung jawab kegiatan gelar Perpustakaan Keliling juga mengharapkan para siswa nantinya akan senang pada buku, menjadikan membaca buku sebagai hobi dan pembiasaan yang baik yang akan menambah wawasan mereka.

“Adapun untuk sekolah, semoga dapat memfungsikan keberadaan fasilitas sekolah terutama perpustakaan dengan sebaik-baiknya. Sekolah juga perlu menyadari bahwa gemar membaca buku merupakan bekal awal untuk menjadikan anak lebih luas wawasannya dan lebih tertib sebagai pribadi, lebih dari itu, hendaknya pemerintah juga tidak luput dalam melakukan pengawasan terhadap hal ini, sebab pendidikan yang berkualitas adalah sebuah urgensi untuk masa depan,” tutur Roudhotul Jannah.

Terakhir, Ia mengaku senang bisa melihat antusias para siswa saat melihat buku, semoga setelah ini mereka membaca lebih banyak jendela dunia itu. [*]