CILEGON, (Haluanbanten.co.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Kelompok 97 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menghadirkan program kerja “Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan” yang dikemas secara kreatif melalui kegiatan seni ecoprint di SDN Cikerut. Minggu, (10/08).
Kegiatan dimulai dengan sesi membaca cerita bertema lingkungan dari dua buku, yakni Daun-daun Istimewa karya Saptorini dan Kering atau Basah karya Lovleen Misra. Siswa kelas 5 mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali mengangkat tangan untuk bertanya atau menanggapi isi cerita. Kisah yang dibacakan menjadi inspirasi untuk kegiatan utama, yaitu membuat ecoprint di atas kain menggunakan dedaunan dan bunga yang mereka bawa dari rumah maupun yang tersedia di lingkungan sekolah.
Setelah sesi membaca, para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Dengan bimbingan mahasiswa KKM, mereka mulai menata daun di atas kain, menutupnya dengan plastik, lalu memukulnya dengan batu hingga motif alami muncul dari dedaunan dan bunga tersebut. Setiap kelompok berkreasi sesuai imajinasi masing-masing; ada yang membuat pola rapi dengan susunan daun simetris, ada pula yang memilih corak bebas dengan perpaduan warna dan bentuk yang unik.

Aina, salah satu siswa kelas 5, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Awalnya saya kira susah, tapi ternyata seru dan hasilnya bagus. Saya mau coba lagi di rumah,” ujarnya sambil memamerkan kain kreasinya.
Ketua Kelompok 97 KKM Tematik Literasi Untirta, Arya Adiyasa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan literasi dengan keterampilan berkarya. “Kami ingin literasi tidak hanya berhenti pada membaca. Anak-anak bisa menghubungkan cerita yang dibaca dengan karya nyata,” jelasnya.
Kepala Kelurahan Cibeber yang turut hadir juga memberikan apresiasi. “Alhamdulillah anak-anak antusias. Program ini sangat positif untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kreativitas mereka,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama sambil memamerkan hasil ecoprint yang telah dibuat siswa. Beragam motif dan warna menghiasi kain-kain karya mereka. Wajah-wajah ceria para siswa menjadi bukti bahwa kunjungan literasi Kelompok 97 ini meninggalkan kesan yang hangat sekaligus bermanfaat.


